Apakah minum sambil berdiri berbahaya bagi kesehatan Anda?

Apakah minum sambil berdiri berbahaya? Anda mungkin ingat diingatkan sebagai seorang anak untuk tidak minum sambil berdiri. Minum atau makan sambil berdiri dianggap buruk untuk pencernaan. Tapi apakah larangan ini benar-benar mempengaruhi kesehatan? Cari tahu semua faktanya.
Apakah minum sambil berdiri berbahaya?
Meskipun Anda diajarkan untuk tidak minum sambil berdiri sebagai seorang anak, sebagai orang dewasa Anda mungkin menemukan nasihat ini sulit untuk diikuti.
Dengan kesibukan sehari-hari, Anda perlu menghemat waktu saat makan atau minum. Saking sibuknya sampai sering lupa minum.
Bahkan, Anda mungkin lebih sering menyempatkan diri untuk minum air sambil berdiri sambil berjalan ke ruang rapat atau mengobrol dengan rekan kerja di dapur kantor. Susu Kambing Etawa.
Tetapi apakah benar-benar buruk bagi kesehatan Anda? Pasalnya, sebagian orang percaya bahwa kebiasaan ini dapat merusak kesehatan ginjal.
Selain itu, beberapa penelitian kuno, seperti dalam Journal of Physiological Anthropology and Applied Human Science, menjelaskan bahwa postur makan dapat mempengaruhi kecepatan sistem pencernaan mencerna makanan.
Sejauh ini, bagaimanapun, tidak ada penelitian yang membuktikan bahaya minum padahal itu sangat baik untuk kesehatan.
Oleh karena itu, klaim bahwa dapat merusak ginjal masih belum terbukti.
Diperlukan tinjauan lebih lanjut tentang efek berbahaya dari minum sambil berdiri. Sementara itu, para ahli baru mengamati dan menemukan bahaya makan sambil berdiri.
Baca Juga: Manfaat Susu Kambing Etawa
Benarkah minum sambil berdiri tidak baik untuk ginjal?
Sebenarnya, tidak ada bedanya apakah seseorang minum sambil berdiri atau duduk.
Kebiasaan juga tidak mempengaruhi proses penyaringan air di ginjal. Saat berdiri atau duduk, cairan yang Anda minum mengalir dengan lancar ke saluran pencernaan.
Saat memasuki kerongkongan, cairan pertama diambil di perut, yang kemudian diserap kembali. Proses ini dapat memakan waktu beberapa jam.
Proses ini disebut filtrasi. Filtrasi adalah perpindahan massa air dan nutrisi terlarut dalam plasma darah ke tubulus ginjal untuk menjalani proses penyaringan.
Ginjal menyaring limbah dan kelebihan cairan dari tubuh Anda. Ginjal Anda juga menghilangkan asam yang diproduksi oleh sel-sel tubuh dan menjaga keseimbangan air, garam, dan mineral yang sehat dalam darah.
Dipercaya bahwa sfingter (otot berbentuk cincin) di bagian bawah kerongkongan menjadi tidak aktif saat Anda berdiri.
Hal ini diduga menyebabkan air dengan cepat mengalir langsung ke saluran pencernaan bagian bawah, sehingga berbahaya bagi ginjal.
Faktanya, sfingter masih berfungsi dengan baik saat Anda berdiri, duduk, atau berbaring.
Jadi tidak ada hubungannya dengan kesehatan ginjal. Untuk menjaga kesehatan organ ini, pastikan Anda tercukupi kebutuhan cairannya setiap hari.
Minumlah 1,5 liter air setiap hari untuk membuang produk limbah dalam tubuh.
Masih ada resiko makan sambil berdiri
Tidak ada penelitian yang secara khusus meneliti efek kesehatan dari minum sambil berdiri.
Namun, para peneliti menemukan bahwa makan sambil berdiri mungkin memiliki efek kesehatan tertentu.
Menurut penelitian kuno yang diterbitkan di Digestive Diseases and Sciences, makan sambil berdiri membantu perut kosong lebih cepat daripada makan sambil berbaring.
Ada hubungan antara pengosongan lambung yang lebih cepat dan peningkatan rasa lapar setelah makan.
Hal ini dapat menyebabkan Anda makan lebih banyak dan meningkatkan asupan kalori Anda. Asupan kalori yang tinggi dapat menyebabkan penambahan berat badan.
Selain itu, makan sambil berdiri dapat menyebabkan gangguan pencernaan, terutama jika Anda mengonsumsi karbohidrat.
Karena makanan tidak sepenuhnya dicerna oleh tubuh akibat pengosongan lambung yang terlalu cepat.
Pada pasien dengan sindrom iritasi usus besar (IBS), pencernaan karbohidrat yang tidak mencukupi dapat meningkatkan produksi gas berlebih yang menyebabkan kembung.
Comments
Post a Comment